Sebagai awal, kita mesti memahami indikasi yang ditunjukkan LED indikator. Tiap-tiap indikasi tersebut diwakili oleh kedipan lampu LED. Error pada printer diwakili oleh kedipan 'LED orange' (Alarm LED) atau kombinasi dari LED orange (Alarm LED) dan LED hijau (Power LED), sedangkan 'Proses' diwakili oleh kedipan LED hijau.
Umumnya, ada 2 jenis error yang ditunjukkan oleh kedipan (blinking) lampu LED. Kedipan LED orange (Alarm LED) menunjukkan 'OPERATOR CALL ERROR' dan kombinasi LED orange dan LED green menunjukkan 'SERVICE CALL ERROR'.Apa sih bedanya kedua jenis error tersebut?.
'Operator Call Error' artinya error yang terjadi pada level pemakai (user) yang masih memungkinkan diatasi sendiri oleh pemakai tersebut dengan panduan dari teknisi dari contact center, sedangkan 'Service Call Error' artinya error yang kecil kemungkinan bisa ditangani oleh pemakai karena memerlukan penggantian spare part (printer harus di servis tuh!). Nah, sekarang sudah pada tahu kan bedanya kedua jenis error tsb?. Oke, kita lanjutkan.
Ada lagi tuh bro yang mesti diketahui bahwa tiap-tiap jenis error yang disebutkan di atas, mempunyai hitungan tertentu (nggak asal kedip!). Tanpa mengurangi penghargaan saya kepada rekan2 blogger yang tulus berniat membagi ilmunya tentang printer, seringkali saya tertawa geli tiap membaca tips yang mereka berikan. Lha kok geli?. Iya. Karena di setiap printer forum yang saya ikuti, bila ada yang menanyakan solusi tentang printer yang mogok dan lampunya kedip2 (blinking) hampir selalu jawabannya: Reset EEPROM, lengkap dengan langkah2 prosedur yang mesti diikuti. Brengseknya lagi, ada yang tega2nya memanfaatkan kondisi ini untuk menjual software EEPROM Resetter. Padahal reset EEPROM tersebut adalah solusi untuk mengatasi error karena penampung tinta penuh.
Ok, sekarang kita langsung masuk ke topik Bagaimana caranya mengenali error yang ditunjukkan oleh kedipan lampu LED indikator. Baiklah simak baik2 ya (yaelah!).
Sekarang perhatikan printer anda. Pertama kali dinyalakan, LED indikator power (berwarna hijau) akan berkedip beberapa kali (pertanda printer sedang melakukan proses inisialisasi) sampai kemudian menyala standby (tidak berkedip lagi) kira2 5 detik baru kemudian LED indikator kedip2 selama hitungan tertentu dengan interfal kira-kira 2 detik. Hitungan berakhir saat LED indikator power standby lagi selama kira2 5 detik. Sampai di sini hitungannya mulai dari awal lagi.
Naaaaaah, udah tahu kan cara menghitungnya. Itu namanya kode blinking, ada juga kode yang ditampilkan di monitor atau LCD dsiplay (kita bahas laen kali aja yah!). Banyaknya jumlah kedipan itu menunjukkan error apa yang terjadi pada printer sampean. Kalo kesulitan memahami cara menghitung kode blinking nanti kapan2 saya upload videonya (kalo lagi nggak sibuk ya. Hee..hee2x).
Sekian dulu ya, nanti kita lanjutkan dengan topik hot lainnya. OK?
Salam,
Toekang Printer